Selasa, 13 September 2016

Ketika tak ada yang bisa kulakukan


Dunia ini terlalu sempit rasanya jika hanya memikirkan hal yang sama setiap hari. Aku ini rahmi terlahir dengan teman bernama rahma, lalu kenapa denganku jika aku rahmi. Ya intinya aku akan buktikan pada mereka yang pernah mengabaikanku bahwa aku ini berhak dihargai dan dihormati. Lalu apa yang kan kau lakukan untuk membuat mereka menghargai dirimu dan tidak lagi mengabaikanmu?
Ya aku akan berbuat yang terbaik..
Iya berbuat yang terbaik, tapi dalam hal apa?? Toh selama ini belum ada buktinya kamu berbuat yang terbaik, kalaupun ada tiu hanya factor keberuntungan kan, kau tidak pernah melakukannya sepenuh hati??
Lalu bagaimana caranya aku melakukan semuanya dengan penuh hati…??
Kamu mau tahu caranya??
Iya donk… apa kamu tak mau raga ini menjadi lebih baik??
Ya tentu aku mau… hal yang pertama kamu lakukan adalah bangun dari kemalasanmu sekarang??
Bagaimana caranya?? Setan2 sudah terlalu menguasai diriku sehingga aku sulit untuk bangun…
Tak ada yang sulit jika kemauanmu keras… hanya saja kau masih menerima.. tak pernah memberi.. bangunlah sekarang… waktumu tak banyak… tak ada yang tahu engkau bagaimana esoknya????
Iya, aku mau bangun tapi.. terlalu banyak alasan bagiku untuk bangun.. rasanya tubuh ini susah untuk bangkit… tolong bantu aku… aku tidak ingin seperti ini..,
Oke aku akan bantu.. sekarrang shalatlah segera… mengaji baca artinya.. dan catatlah petunjuk dari ALLAH SWT, mintalah ampun lalu lakukan tanggung jawabmu yaitu memenuhi janjimu pada teman-teman… atau makanlah dulu.. lalu shalat… dan lakukan semua itu dengan cinta ya… ingat jangan setengah-setengah…. Okeh nanti kita sambung lagi jika kamu sudah melakukannya…
Satu lagi yang perlu kamu ingat, hanya DIRIMU SENDIRI YANG MAMPU MENGUBAH HIDUPMU BUKAN ORANG LAIN dan Allah yang akan memberi anugerahNya padamu jika kamu mau berubah….
Kembali lagi.. aku ingin bicara tentang hal-hal yang tak ada yang bisa kulakukan saat ini, ah… sudah kesekian kalinya perasaanku seperti ini…. Hanya mengeluh… brasa semua orang menjauhiku tanpa alasan… bilang padaku bahwa aku salah.. ingatkan aku akan kesalahanku… kenapa kalian semua diam tanpa bicara??? Aku hanya butuh teguran jika itu memang salahku… sayang… kalian hanya terdiam terpaku… dan samasekali tak pernah bilang apa-apa padaku….
Ya Rabbi.. aku mengeluh lagi.. bahkan akhir-akhir ini ibadahku padamu semakin menurun…
Hai Rahmi…. Kamu kenapa???? Dasar Pemalas…. Egois… Sadar segera… kamu itu sudah dewasa… tak perlu diingatkan lagi akan kesalahanmu…
Tapi aku masih belum tahu dimana kesalahanku… bukankah hanya orang2 disekelilingku yang tahu akan sikap dan prilakuku..
Ah… kamu ini terlalu banyak menyalahkan diluar dirimu sendiri.. makanya aku bilang kamu itu egois… harusnya kamu intropeksi diri donk… cari dimana kesalahanmu sendiri… Jangan hanya menyalahkan yang tak perlu disalahkan….
Hei Rahmi… jika kamu kembali lagi menegeluh… satu hal yang kutanya kan padamu.. apakah sudah kau penuhi semua janjimu dengan orang-orang sekitar?? Atau sudah membayar utangmu pada teman-temanmu?? Lalu apa usahamu untuk membuat impian ibumu haji tahun 2015…
Kalau semua itu belum segeralah lakukan… waktumu tak banyak… bahkan sedetikpun tak seharusnya kau abaikan dengan segala kemalasanmu itu….
27 March 2015,
Bagaimana aku akan memenuhi impian ibuku haji tahun 2015 ini, sedangkan duit sepersen pun belum ada aku sisihkan untuknya. Bahkan, hari ini beliau menelponku melaporkan bahwa dirinya tak punya uang sama sekali hingga harus mengorek tabungan merpatiku yang ada di kampung. Ahhhhhhrrrgrgggggghhh muak aku….
Ingin rasanya bercerita… tapi pada siapa????
Semua orang mengabaikanku… aaahhh salah… aku yang serring mengabaikan orang….
Ya Rabb…. Ampuni aku…
Ternyata aku masih egois dan angkuh…..
Bahkan rasa syukur padamu hari ini ntah terucap atau belum….
Aaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaahhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhh…………….
27 Agustus 2015,
Tak sengaja aku buka catatan ini, dan ingin lagi bertanya padamu ragaku. Aku tahu aku adalah jiwa yang menumpang hidup diragamu. Dan aku sendiri menyesal telah membawamu pada hal-hal negative, aku minta ampun pada rabbi atas semua prilakuku. Aku tahu di akhirat kelak kau akan menjadi saksi ragaku. Atas apa yang telah kulakukan padamu. Maafkan aku sekali lagi. Aku berjanji akan berubah lebih baik lagi dan memperbaiki semua kesalahanku.
Hai Rahmi. Jumpa lagi. Allah masih mencintai kita. karenaNya kita selamat dari kecelakaan waktu itu. Maka dari itu marilah kita bersyukur pada Ilahi dan memanfaatkan kesempatan yang masih diberiNya.
Ingat, jangan sia-siakan waktu kita. Kita tak pernah tahu kapan Allah Azza Wa Jalla akan menjemput kita. Dan semuanya akan bersaksi atas semua amalan kita. Maka dari itu, mari kita bersama-sama memperbaiki diri ini dan menjadi pribadi yang sukses dunia dan akhirat. Ingat lakukan semua hal untuk mendapatkan ridho Ilahi, dan semua yang kita lakukan dimulai dengan bismillah.
Kau tahu ragaku, aku mencintaimu sangat banyak. Jujur terkadang aku menyesali berada didalammu. Namun, sekarang tidak lagi. Aku bersyukur ada didalam tubuhmu. Insya Allah aku akan berbuat baik dan memperjuangkan kita menuju syurgaNya.
Oh iya, aku ingin memberitahumu bahwa tahun 2015 ini sepertinya kita tidak dapat menaikkan haji ibu elvi. Soalnya, aku belum wisuda, dan bang Fakhry mau nikah juga rahma lagi kuliah mengambil profesi. Jadi biaya nya banyak sekali yang dikeluarkan untuk sekarang. Jadi bagaimana, kita harus menabung dan mempersiapkan diri juga untuk wisuda maret 2016. So, semangat ya…….
Satu lagi, sebelum wisuda ini aku memiliki beberapa impian, diantaranya,
ü  Ingin memenangkan sebuah lomba terserah lomba apa…
ü  Ingin membuat buku geografi desa-kota
ü  Ingin menabung ± 10 juta rupiah….


Jadi, semangatlah ami…..buat impian kita menjadi nyata…….   



Selasa, 02 Desember 2014

Jika ini malam terakhir....

Salam buat yang menemukan blog ini...

secara pribadi aku minta maaf pada semua orang-orang yang telah ada di dalam hidupku....
Maafkan jika mulutku, tingkahku bahkan keegoanku membuat semuanya marah, benci dan tersakiti olehku...
maafkan aku atas segala khilafku,,,,

Aku takut jika ini malam terakhirku...
Maafkan Aku Ibu.... yang telah menyusahkanmu... bahkan tak bisa menghapus air matamu....
maafkan aku ibu jika segala ucapan, perbuatan dan segalanya yang membuatmu sedih... maafkan aku ibu....
jangan tangisi aku... karena itu memberatkan langkahku menuju padaNya..... terima kasih telah menjadi malaikatku dikehidupan fana ini ibu....

Ayah... maafkan aku... jika ucapku, tingkahku bahkan egoku membuatmu sedih dan tersakiti... maafkan aku atas semua itu...
aku tahu ini terlalu awal... tapi siapa yang tahu.... ini semua akan terjadi....
Ayah maafkan aku.... maafkan aku......

Saudara-saudariku.... maafkan aku juga.... semua yang pernah singgah dihidupku maafkan segala khilafku...

MAAFKAN AKU.......

Pada Malam kusematkan sebuah kisah....

Duhai malam..... yang kini diguyur hujan.....
tak apa... jika jibril ikut mendengar...
aku ingin berkisah tuk malam ini....
walau sudah lama rasanya tak muncul di blog ini....
tak apa... karena aku kan ingat...
tentang kisah yang harus kucerita....

Tak ada yang tahu lelah dan letih yang kujalani selama ini...
kecuali Rabbi Izzati....
semua bilang ini hanya langkah awal bahagiaku...
semoga kelak memang benar menjadi langkah bahagiaku...

malam ini ku ingin berkisah tentang pencarian yang belum menemukan makna...
pencarian yang masih dilumuri keraguan....
hatiku terfluktuasi karena urusan dunia...
sehingga Rabb-ku menjadi murka...
hingga setiap malam aku ingin menangis dan meminta pengampunan...
aku takut jika badan ini ditinggal jiwa dengan penuh lumuran lumpur dosa dan nista...
aku takut tak ada lagi kesempatan kedua tuk meminta pengampunan dan memperbaikinya...
setidaknya ini sebuah cerita yang harus kusematkan pada malam di 2 Desember 2014

Duhai malam... hatiku masih dipenuhi pencarian kebenaran...
walau sering telah terlihat jelas didepan mata..
tapi setan-setan itu menzahirkannya....
aku Berdo'a pada Ilah-ku...
agar hati ini tetap bersikukuh tertaut padaNYa...

Duhai malam... bolehkah... kupinta satu pertolongan...
agar disampaikan salam rinduku buat Rasul Allah yang telah brjuang demi umatNya...
sampaikan juga salam buat para ahli syurga agar mendo'akanku supaya bisa bergabung bersama mereka..
mungkin itu pintaku...

sedikit curahan yang kusampaikan.... duhai malam...
akhir-akhir ini... aku merasa....
ajal kan menjemputku....
semoga aku meninggalkan kehidupan  fana ini
dengan khusnul Khatimah....
Aamiin...... :)

Senin, 13 Oktober 2014

Next To Palembang...

percaya atau tidak???
tapi aku akan berdo'a...
bahwa pemilik tulang rusuk ini adalah dia....
ya katanya sih dia yang berasal dari Palembang...
tapi entahlah....
sebenarnya tak peduli siapa pemiliknya nanti...
asalkan aku tetap berdo'a kepada pemilik jiwa ini
yaitu ilahi rabbi...
semoga diperkenankn do'aku...
dia yang sholeh...
yang sayang pada ibunya...
bahkan yang sayang pada...
belahan jiwanya nanti...

Rabu, 17 September 2014

Mengapa kita mengabaikan...

terlalu banyak rasanya NIkmat yang Allah berikan kepada kita..
tapi kebanyakan dari kita tidak menyadari bahkan tidak mensyukurinya...
aku pun  tidak menyalahkan kalian...
diriku sendiri juga... telah sering mengabaikan nikmat yang ku terima sampai detik ini...
bahkan dalam sebulan pun tak pernah rasanya aku bersyukur....
ya Rabb, betapa kejamnya aku...
mengabaikan semua nikmat yang kau berikan padaku... aku tahu...
ini adalah nista dan dosa yang cukup besar...
akupun heran pada diriku sendiri...
mengapa aku mengabaikan...
mengapa kita mengabaikan..
nikmat yang selalu melimpah dariNya...
Rahmat yang terus mengalir dariNya...
ya Rabbi Ilahi ampuni kami....

Rabu, 03 September 2014

seem's like it was yesterday

seperti kemaren saja hari ini
tiada penambahan sesuatu yang positif
akankah ada satu hal yang berbeda??
ah, masih sama....
seem's like it was yesterday

waktu bergulir tanpa kembali..
dan aku masih seperti ini..
ingin hati tuk instropeksi..
namun masih lupa dengan diri..

terkadang bertanya...
aku ini siapa???
apakah ada hal yang bermakna??
akan segala yang ada dalam jiwa??

seem's like it was yesterday...
nothing different....
no improvement....

Jumat, 22 Agustus 2014

mencoba tuk mengerti

semua orang punya masalah...
dan pasti menghadapinya dengan sikap, pola pikir yang berbeda juga...
namun... yang mengerti dan memahami masalah itu hanya sedikit..
apalagi tak ada tempat tuk mengadu..
semua orang pasti butuh seseorang yang mau mengerti dengannya dan masalahnya...
tapi itu sedikit sekali kita temui di bumi Allah ini...
memang terkadang kita merasa dibutuhkan ketika mereka butuh dengan kita...
yang penting pahami saja bahwa kita ternyata berguna bagi orang lain..
cobalah mengerti dengan mereka...
memang dari kita lebih dahulu mencoba untuk mengerti dengan mereka
walau pada akhirnya kita ditinggalkan..
namun, Allah akan selalu ada untuk kita...
suatu hari kita akan menerima kebaikan dari kebaikan yang telah kita perbuat untuk orang lain..
walau akhirnya ditinggalkan..
menurut saya, kita pasti merasa senang dan bangga ketika kita ada untuk orang lain..
mendengarkan mereka, memahami dan menjadi sandara bagi mereka..
itu adalah sesuatu yang luar biasa....
jangan bersedih jika kita ditinggalkan...
akan banyak hal yang akan membuat kita tak merasa sendiri..
dimulai dari berpositif thinking...
semoga kita semua dikuatkan oleh Allah untuk menjadi hamba yang sabar...
dan selalu bertakwa padaNya.. Aamiin..

Rabu, 13 Agustus 2014

Strategi Baru untuk SUKSES

Wuihhh.. dah 2 minggu dipadang ne.... berasa hampa hidup ini .. haha nggak juga... meski lama disini ada beberapa manfaat yang masih dinikmati dan yang Rabbi berikan....
selama dua minggu ni aku dah mulai ngajar di suatu lokasi bimbel dikota padang ini. dulunya bukan sesuatu sih... tapi sekarang seperti kebutuhan jadinya...
ya nggak jauhlah dari masalah perekonomian keluarga...
diluarnya kelihatan mampu.. tapi..... alangkah perihnya didalam...
bayar uang kuliah kemaren aja butuh perjuangan... apalagi untuk kuliahnya..
ya Rabb.. semoga masih ditunjuki jalan kebenaran dan melanjutkan pertempuran di dunia pendidikan ini..

banyak yang bilang kamu sejahtera kelihatannya...
tapi apalah mau dikata.. nggak mungkin kan kita ngomongin masalah kita ke orang2.. eitttss ini apa namanya kalo nggak diomongin.. heheh ini kan cuma di blog jadi nggak banyak yang tahu.. dan lagian juga nggak kenal pun heheh....

tak apalah.. ini perjuangan sob.. nggak bisa dibagi-bagi...
kita sendirilah yang mesti survive dan fighting...
bukan teman, keluarga, sodara maupun ortu kita...
tapi sayang.. ini lagi galau-galaunya aku..
lagi malesss banget.. jadi susah deh ngerjain yang perlu dikerjain...

prestasi pun mulai redup... adaapalah sebenarnya didiriku ini.. ya Allah bantu aku...

jadi sekarang aku kudu semangat nih..... mulai ukir lagi prestasi yang dah lama menghilang dalam diriku... bukankah Allah telah memberiku anugerah tangan yang indah...
yang bisa berkreasi seperti yang kumau.... dan Insya Allah tak kan ku sia2kan anugerah ini...
oke sob.. mungkin demikian cerita atau kisah untuk hari ini.. semoga besok aku bisa lagi menyambungnya... aamiiinn...   keep spirit....

Sebongkah Do'a

tak ada yang tahu kalau dirinya kini dirundung duka....
sisipan do'a dimalamnya yang hanya hadir disana...
kalau bisa nyawa itu dibagikan...
mungkin saja kuhadiahkan untuknya...

tapi apa daya, manusia cuma punya satu nyawa..
kini, sebongkah do'a yang selalu ada untuknya..
andai saja saku ini tebal dan berada..
mungkin sudah kukirimkan bantuan sebanyak-banyaknya...

namun, maaf... aku tidak sekaya itu...
dan akupun masih mencari nafkah hidup tuk belajar menjadi mandiri yang dewasa...
pada akhirnya... memang sebongkah do'a yang bisa kuperbuat untuknya...

Senin, 31 Maret 2014

De Javu 5 tahun silam

layaknya masa yang pernah terasa sekali waktu itu...
tak ada teman.. tak ada kawan...
mereka semua hanya peduli dengan geng masing-masing...
tanpa peduli dengan mereka yang sendiri tiada kawan...
hal seperti itu terasa lagi...
padahal sudah bersusah payah aku mencoba untuk tidak diabaikan lagi...
tapi... apa...
masih sama ternyata dengan yang 5 tahun silam...
haruskah terpinggirkan mereka yang diabaikan..
huh.. lihat saja... mereka harusnya terpinggirkan karena telah mengasingkan... seseorang...
jika memang peduli... jangan.. abaikan...
kesenangan belaka... memang milik mereka...
tak tahukah ada rasa sakit disini???
menunggu karena ada harapan... tapi apa???
omong kosong dengan kalian semua...
bicara seperti ini karena aku mulai sehati dengan kalian...
ah.. sudahlah... hatiku sudah terlalu hancur...
tak usah lagi ingatkan masa itu...
jangan banyak bicara untuk sementara ini..
amarahku sudah terlalu memuncak...

Senin, 16 Desember 2013

Jika ini yang terakhir

kita semua tahu, waktu bergulir begitu sahaja... tak pernah berhenti sejenak hanya untuk menahan napas yang sesak.
Ah, kalu bicara waktu memang tak kan pernah habisnya.. mereka terlalu muluk memang buat diperbincangkan.. kawanku... kali ini mungkin bukan sebuah kisah yang kan kubagi untukmu.. tapi bayangan-bayangan yang menari hebat dipikiranku. bayangan itu terus mengusikku.. dan kau tahu?? bayangan itu bertanya kepadaku.. jika ini yang terakhir, kau mau apa??

Dalam kondisi seperti ini aku tak pernah terbayangkan jika ini memang benar-benar yang terakhir dan tak kan ada awal yang memulai.. terang saja.. aku gugup dan terdiam jika pertanyaan ini akan terus menghantui ku?? tapi kalau memang harus dijawab aku akan menjawab namun itu butuh waktu kawanku..... dan kali ini aku perlahan akan memikirkannya... pertama jika ini memang yang terakhir.. mungkin akau akan berusaha semampuku untuk berbuat yang terbaik.. tapi dengan kondisi mentalku yang seperti ini rasanya ada keraguan besar di hatiku untuk melakukannya.. apalagi suasana yang kualami sekarang ini samasekali tak mendukungku... ah.. terlalu banyak keluhan memang.. orang bijak bilang... tak kan ada banyak kata keluhan dari orang yang selalu bersyukur... berarti aku kurang bersyukur.. duh,.. memahami diri sendiri sulit rasanya...
bukannya.. ingin untuk memperburuk diriku ini tapi terlalu susah untuk diajak ke arah kebaikan itu... Ya Rabb.. sesulit inikah melawan diri sendiri??
jika ini memang yang terakhir.. aku akan menyesali semua kesalahan-kesalahan yang pernah kulakukan... bukan hanya menyesali tapi juga memperbaiki Insya Allah jika itu memang benar-benar akan kulakukan demi yang terakhir.. tapi.. aku heran... kenapa hanya untuk yang terakhir kita melakukan yang terbaik???
ya karena memang tak ada kemungkinan lagi tentang kesempatan yang akan datang setelahnya... dan karena yang terakhir juga.. orang-orang baru menyadari jika sesuatu itu benar-benar berarti.. untuknya...

kawanku?? bagaimana menurutmu jika ini memang yang terakhir???

Selasa, 10 Desember 2013

Sensasi di kegelapan


Seperti pemandangan malam di laut pada gambar di atas, rasanya tenang sekali.. dan indah.. apalagi ditemani dengan bintang - bintang yang kemerlapnya berkilauan....
Ah.. sudahlah terlalu lebay bagiku mendeskripsikan keindahan kala malam hari di lautan... oke sob.. kali ini mari kita berbicara tentang sensasi.... apa itu sensasi..?? bukan kerjaan saya untuk memberi tahu.. kan ada oma Google yang super duper pintar.. cari ajha ndiri.. hihihihi... selamat mencari ya....
yup kembali lagi ke sensasi... kalo liat gambar di atas aja nggak cukup untuk merasakannya.. kalo gitu langsung aja ke lapangan... kwkwkkwk...

oke.. pengantar di atas sama sekali ngawur dan nggak nyambung dengan pembahasan kita kali ini. Baiklah untuk tidak memperpanjang pertelean ini, mari kita mulai dengan niat tulus dan ikhlas sembari mengucapkan Basmallah.... 
Kawanku... di saat kegalauan melanda dirimu.. (Macam pak Mario Teguh pula aku.. hihihi..)
pasti banyak permasalahan yang membuat engkau merasa rapuh dengan keadaanmu itu...
kau pasti ingin sendiri... menangis.. meratapi akan hal ikhwal yang kau hadapi...
dan akupun tahu bahwa engkau pasti sangat butuh dengan seseorang yang mau mendengarkan luahan isi hatimu.. namun untuk saat ini itu tak bisa ditemukan....
satu saranku kawanku...... dikala dirimu sudah berada pada fase itu.. maka lakukanlah metode yang kulakukan ini.. Insya Allah manjur hehehe.. itu sih menurut aku ya.. belum tau jika dicoba kekamu...
baiklah.. hal yang kulakukan adalah merasakan sensasi di tengah kegelapan.... saat galau itu kan dirimu ingin sekali menangis.. maka coba matikan lampu kamarmu.. dan sejenak kamu duduk di tengah gelap itu.. saran saya jangan sampai pikirannya kosong karena nanti bisa dirasuki roh jahat.. hihih.. tetap berpikir sehat... lalu renungkan semua kenangan dan peristiwa pahit yang kau alami.. ingat masa - masa pahit itu.. dan menangislah karenanya... karena tidak ada yang melihatmu menangis kala itu... menangislah sejadi-jadinya... dan ketika tangisanmu sudah berhenti... kenanglah peristiwa-peristiwa menyenangkan yang pernah kau alami.. peristiwa di mana orang-orang merasa bahagia di sampingmu.. 
oleh sebab itu ambillah kesimpulan dari renunganmu itu... ternyata.. di dunia ini kita dihadapkan dengan permasalahan yang berbeda-beda... bahkan setiap orang memiliki tingkat permasalahan yang begitu rumit...
katakanlah pada masalahmu itu... "Wahai masalah.. Allah-ku Maha besar....," yakinlah bahwasannya Allah punya alasan kenapa kita dihadapkan dengan perihal itu... percayalah Allah sangat sangat dan bahkan lebih dari sangat mencintai kita hambaNya....
sobatku... akhir dari renungan ini..nikmati kegelapannya.. dan bayangkan ada cahaya-cahaya putih yang bertebaran di depanmu... cahaya-cahaya itu adalah wajah ibumu yang sedang tersenyum bangga padamu, wajah ayah, saudara dan siapapun yang tersenyum karenamu... bayangkan bahwa mereka semua menunggu untuk kesuksesanmu... buktikan pada mereka... bahwa dirimu sudah dewasa kini... kamu bisa menghadapi permasalahan ini... 
setelah hatimu merasa lebih baik... hidupkanlah lagi lampu kamarmu... selanjutnya ambil secarik kertas.. dan torehkan di kertas itu apa saja yang telah terjadi dan yang telah kau lakukan selama ini... pada sisi kertas lainnya torehkan lah hal-hal yang ingin dan akan kau lakukan... untuk membuktikan pada mereka siapa dirimu sesungguhnya... lalu gantunglah kertas itu di tengah kamarmu.. atau taruh di mana saja yang bisa setiap saat kau baca....
setelah itu.. tidurlah.. dan larut dalam mimpimu yang segera kau raih......

siiip teman-teman... itulah metode mengatasi galau yang ingin kubagi denganmu...
semoga bermanfaat ya...  ^_^

Suatu Malam bersama Ayah….

Namaku Iza, aku adalah anak kedua kembar kedua dari empat bersaudara. Ayah dan Ibuku adalah asli keturunan Minang. Dan itu berarti aku asli anak Minang. Aku berbeda dengan saudaraku yang lainnya. Ya perbedaanku terletak dari keterbatasanku dari saudaraku yang lainnya, ya aku buta. Aku tak pernah melihat wajah dunia ini tapi aku merasakan betapa besar dunia ini. Keterbatasanku bukanlah penghalang dalam hidupku, bahkan aku bersyukur kepada Ilahi Rabbi karena masih diberi kesempatan memiliki kaki tangan dan tubuh yang sehat. Walau aku tak pernah melihat tapi aku memiliki perasaan peka yang luar biasa terhadap segala hal yang berada di dunia ini. Aku bangga menjadi keturunan Minang, karena Minang terkenal dengan perantauan pemudanya yang sudah ke mana – mana. Namun di sini bukan bicara Minang, tapi bagaimana aku bangga dengan Ayah yang bukan biasa bagiku, Ayah yang mungkin berbeda dari Ayah-ayah didunia lainnya. Dan juga bagi anak – anak yang tak mengetahui siapa Ayahnya, bahkan aku ingin mengajak anak tersebut menjadi saudaraku untuk merasakan betapa hebatnya Ayahku.

Ayahku orangnya sangatlah pendiam dan tak banyak muluk. Suatu ketika aku pernah menganggap ayah bukanlah ayahku, karena ia tak pernah menunjukkan kasih sayangnya padaku. Bahkan Ayah tak pernah berbincang padaku. Yang ku tahu Ayah mungkin hanya melirikku dari jauh mungkin dengan tatapan penuh jenuh. Aku tak tahu apa yang terjadi dengan Ayah? Apakah ia tak rela aku hadir di dunia ini ataukah ia tak berterima dengan kehadiranku di rumah yang semu ini. Aku tak tahu, yang penting bagiku kala itu Ayah bagaikan orang asing bagiku.

Ayah hanya bekerja lalu pulang ke rumah kemudian makan dan terus tidur. Begitulah kesehariannya di rumah. Untuk menyapanya saja aku sangatlah enggan, orang yang tak pernah aku ajak bicara itu juga tak pernah mencoba mengajak aku bicara bahkan saling menyapa. Sebenarnya setahuku ayah orangnya lincah berbicara tapi tidak denganku, bahkan dikala aku rindu suaranya aku menyelinap ke samping kamar Ayah dan Ibu untuk mendengarkan suaranya, begitulah aku ketika merindukan suara sang Ayah. Pernah suatu ketika aku berpikir aku rasanya tidak punya ayah.

Aku sungguh tak tahu perkara apa yang telah mendera rumah ini, dan pernah aku bertanya pada ibu tentang sikap Ayah, namun ibu selalu berkelebat ini-itu hingga tak pernah menjawab akan hal sikap Ayah padaku, hingga akhirnya aku mengurungkan diri untuk tidak lagi menanyakan perkara tersebut kepada Ibu. Di rumah aku hanya mengadukan segala keperluanku pada Ibu, tak pernah terbesit dipikiranku untuk meminta bahkan merengek pada ayah. Oh Ayah apa salahku??. Aku terus saja menunggu sampai kapan aku bisa menahan ini semua, dan sampai kapan Ayah mau bicara kepadaku.

Aku terus saja menunggu sampai ayah mau memberikan setetes kasih sayangnya padaku. Aku punya catatan harian yang menjadi teman bagiku, walau aku tak pernah melihat bagaimana jeleknya tulisanku tapi aku tau segala kata dan kalimat yang kutoreskan di buku harianku itu. Berikut tumpahan sembilu dihatiku yang ku tuliskan di buku harianku.

“ Duhai diariku, selamat malam….
Ada banyak rasa yang ingin kutumpahkan di kertas yang ku ketahui berwarna putih ini. Diari sampai detik ini aku masih menunggu kalimat yang kan ayah lontarkan padaku. Ingatkan aku ya diari, bahwa aku akan menulis dan menyimpan baik – baik kalimat atau kata yang pertama kali terlontar dari mulut ayah untukku.
Aku tau diari, ayah mungkin pernah mengumandangkan iqamah di telingaku sewaktu aku terlahir ke bumi yang fana ini. Tapi aku tak pernah tahu bagaimana perasaanku kala itu diari.
Diari, aku memang berbeda dengan saudaraku yang lain namun aku sangat berharap ayah tidak membedakan aku dengan saudarku yang lain itu.
Suatu saat nanti, ketika ayah sudah mulai akrab denganku…
Aku tak akan menanyakan perihal dia tak mau bicara denganku…
Tapi aku akan menunggu hingga ia akan mengakuinya sendiri….
Diari…, semoga saja malam ini do’aku di ijabah oleh Allah Azza Wa Jalla
Ya Rabb, ku mohon agar Engkau terus menjaga dan melindungi ayahku dari segala marabahaya yang kan menimpanya…, aamiinn..
Kalimat untuk ayah malam ini : “ Ayah.. aku ingin sekali melihat senyummu…, jika tak bisa aku hanya ingin mendengar tawamu!”

Begitulah goresan yang terus kubuat di dalam diariku. Di akhir diari aku selalu menyisipkan kalimat untuk ayah malam ini dan berharap suatu hari nanti ayah membacanya dan sadar betapa aku sangat mencintainya. Sungguh ayah cintaku sangatlah besar untumu.

Suasana di rumah mulai terasa berbeda ketika suatu hari terjadi keajaiban di dalam kesemuan rumah ini. Aku orang yang sangat suka dengan kreativitas, suatu malam aku ingin membuat sesuatu karya kerajinan tangan untuk karya perdanaku. Aku hobi membuat sesuatu dari kain flannel, aku tak tahu benda – benda menakjubkan yang telah aku buat. Namun malam itu, aku sangat ingin sekali membuat sesuatu dan itu ku sengaja untuk membuat gantungan kunci yang besar yang nantinya kan kujadikan kado ulang tahun untuk ayah. Ayah yang lahir di akhir tahun itu sangat aku cintai, aku ingin sekali memberinya kado terutama mainan kunci yang ingin kubuat sendiri dengan kemampuanku. Tapi, lem yang biasa aku pakai untuk membuat karya dari flanel itu sudah habis, aku tau saudaraku yang lain juga sering menggunakannya untuk perihal lain, dan kesalahanku juga tak pernah melarang mereka untuk mengambil barang – barang kerajinanku, karena aku takut mereka juga menjauhiku seperti ayah. Permasalahan lem ini menjadi perkara besar bagiku, aku merengek kepada ibu untuk segera membelikannya sampai aku tak mau berhenti menangis sampai lem itu ada di tanganku. Ibu terus saja menghiburku dengan memberikan lem yang berbeda, tapi aku tau itu bukan lem yang biasa aku pakai. Terus saja aku merengek manja dan memberontak pada ibu untuk membelikan lem itu.

Saat itu wajah dunia mulai gelap, sang raja siang sudah kembali pada peraduannya. Dan aku masih seperti sore tadi menangis tersedu sedan akan perihal lem yang aku butuhkan. Ibu hanya mebiarkanku seperti itu, sampai aku mau berhenti menangis sendiri. Tangisku terus saja mengerang hingga ayah pulang dari kantor. Aku yakin dia pasti menoleh padaku dan bertanya sebab musabab perihal dari tangisanku kepada ibu, namun suara langkah sepatunya mendekati tempat di mana aku duduk sembari menangis sendu. Dan tiba – tiba ia bertanya
padaku.

“Duhai Iza anak ayah !, ada apa gerangan Iza menangis tersedu sedan seperti ini?”, suaranya terdengar lirih mengalir ke telingaku.

Jujur aku termangu dan terdiam saat itu ketika mendengar ucapannya itu. Aku tak tahu perihal apa yang telah terjadi padanya hingga ia bersuara dan menaruh perhatian kepadaku.

“Ayah, Kau bicara padaku?” tanyaku heran kepadanya. Aku tak tahu wajah seperti apa terpampang di mukanya sekarang.

‘Iya, Iza. Ayah bertanya padamu. Ada apa gerangan yang terjadi pada anak ayah?”, ayah berusaha meyakinkanku atas apa yang ia katakana padaku.

“Ayah, Iza tidak punya lem untuk membuat karya. Dari tadi Iza meminta pada Ibu tapi belum jua dibelikan, kata ibu lem itu tidak ada dijual di warung sekitar. Namun Iza membutuhkan lem itu pada saat ini!” dengan tersedu – sedu aku ceritakan pada ayah perihal tangisanku. Dan aku berharap ayah mau memberi solusi yang baik untukku.

“Iza, tak usah menangis lagi. Habis mandi nanti ayah kan carikan lem itu untuk Iza, kita pergi bersama ya??” ayah dengan suaranya yang lepas mengungkapkan kalimat perhatian penuh syahdu kepadaku.

Aduhai betapa bahagianya aku ketika mendengar semua ungkapan ayah padaku senja ini. Sembari menunggu ayah mandi dan shalat, aku segera mencatat kalimat pertama yang ayah lontarkan tadi padaku. Sesuai janjiku pada diari untuk menulis dan menyimpan baik – baik kalimat pertama yang kan ayah lontarkan padaku tadi. Dan kini kalimat itu sudah berada di dalam kotak kecil yang selalu kujadikan kotak rahasiaku. Dan kuharap tulisanku itu akan abadi hingga akhir hayatku nanti.

Usai sudah ayah mandi dan shalat, malam itu sekitar jam setengah delapan ayah mengeluarkan motornya yang sebelumnya terletak di ruang dapur kami yang cukup luas. Terdengar olehku bising motornya telah hidup dan segera aku keluar menuju ayah.

“Ayo naik Za!!” ayah menyuruhku naik dibelakngnya.
Ibu datang membantuku untuk duduk di belakang ayah. Sekejap akupun kini telah berada di belakang punggung ayah yang hangat.
Ya Tuhan ucapku, sehangat inikah punggung seorang ayah..? aku nyaman dan damai rasanya dibelakang punggung ayah. Seumur hidup baru kali ini aku merasakan kehangatan dan kenyamanan punggung seorang ayah. Teman, betapa bahagianya aku saat itu mendapatkan kasih sayang seorang ayah yang sudah lama ku tunggu – tunggu dan kurindukan. Ayah aku semakin cinta padamu.

Motor ayah terus melaju menuju pusat kota kabupaten kami, sudah beberapa toko buku kami lewati namun semuanya sudah tutup, lem itu biasanya dijual di toko buku. Mungkin sudah malam makanya semuanya tutup. Namun, ayah tidak berputus asa dia terus saja mengendarai motornya dan aku berharap ayah tidak bosan dalam perjalananku bersamanya mencari sebuah lem yang tidak terlalu berharga. Sudah keliling kompleks toko kami lalui, si lem belum juga bersua malam itu.

“Ayah, sudahlah kalau tidak ada. Kita pulang saja ya.. sudah malam nanti ayah kedinginan!” dari belakang punggungnya aku berusaha untuk membuatnya segera pulang karena hari sudah mulai malam dan jarak kami masih jauh dari rumah.
“Jangan cepat menyerah Iza, kita coba dulu cari di tempat fotokopi siapa tahu di sana ia ada menjual lem itu, jangan putus asa dulu sayang!” Ayah berusaha meyakinkanku untuk tidak putus asa.

Malam itu adalah malam penuh keajaiban bagiku. Baru kali itu ayah mengucap kata sayang untukku. Kata – katanya tadi tidak akan pernah aku lupakan dan aku berjanji sesampainya di rumah aku akan menulis dan mengabadikan ucapan ayah tadi.

Pencarian kami masih berlanjut, hingga sampailah di suatu toko fotokopi yang terletak di sudut kota kecil ini. Ternyata lem itu ada dan betapa girangnya aku kala itu. Aku sangat senang bahwasannya lem yang kecil membawa keajaiban hidup dalam sisi kehidupanku.

“Ayah terimakasih banyak… ayah mau mencarikan le mini untuk Iza!” aku dengan linangan air mata berterimakasih pada ayah.

“Iya…., jangan cepat putus asa ya nak…” ayah dengan besar hati menasehatiku.

Ya Rabb terimakasih. Malam itu malam penuh keajaiban bagiku, aku tak tahu kenapa ayah bisa berubah secepat itu. Semalam bersama ayah sungguh sangat berkesan dalam kisah hidupku yang ditoreskan Tuhan dalam skenario kehidupanku. Ayah, suasana inilah yang sangat aku tunggu dan nantikan dalam sepanjang kehidupanku selama ini.

Malam itu berlalu dengan indahnya kemerlap bintang di langit, walau aku tak pernah tahu seperti apa wujud bintang itu. Sesuai dengan janjiku pada diari, aku tidak akan bertanya perihal ayah berubah padaku, namun aku akan menunggu sampai ia yang akan mengatakannya sendiri. Walau sampai detik ini, ia belum jua memberikan alasannya aku akan terus memberikan cintaku untuknya ayahku.. ayah yang tidak biasa namun berlaku dengan luar biasa.

Dengan lem itu akhirnya aku bisa menyelesaikan karyaku untuk kado ulang tahun ayah, yang jatuh esok hari. Umurnya akan genap 48 tahun, dan aku yakin ia pasti akan semakin bijak dan punya rasa tanggungjawab yang tinggi terhadap keluarganya. Dan aku segera membungkuskan kado untuk ayah, dan juga kuselipkan kalimat buat ayah, berikut kalimat yang ku tulis di kertas kecil putih itu :

“Teruntuk Ayah yang kucinta…
Aku tak tahu sebab apa dirimu telah menaruh perhatian padaku…
Namun jujur aku tidak menyalahkanmu atas segala sikap yang kuterima selama ini darimu..
Ayah,
Terimakasih untuk semalam kemarin, aku sangat bahagia merasakan kehangatan dan kenyamanan punggungmu…
Aku juga senang mendengar ucapan – ucapanmu yang begitu lembut dan bermakna…
Ayah, satu hal lagi yang ku tunggu darimu…
Yaitu dekapan penuh cinta dan kasih sayang…
Aku ingin merasakan dekapan cintamu ayah…
Semoga saja… kau kan mengabulkan pinta ku ini…
Oh iya, selamat ulang tahun ya ayah… semoga ayah akan tetap seperti ini terhadapku.. dan cinta yang besar dalam relung hatiku ini, akan selalu tertanam untukmu duhai ayahandaku yang sangat ku sayangi…
Ayah, sekali lagi terimakasih untuk semuanya…   ^_^
           
            Salam, anakmu    **Iza**


Sekian kisah haru seorang ayah dan anaknya….   (^.^) 

Jumat, 22 November 2013

Seperti inikah??

Dulu sekali, rasanya tangan ini masih mungil dan kecil...
dulu sekali, rasanya tubuh ini dipangku dan dimanjakan oleh mereka yang kini begitu jauh di sana..
Ah, butuh banyak kata untuk menggambarkan masa lalu yang begitu indah itu...
sekarang aku sudah besar... mereka bilang sudah pantas untuk jadi seorang ibu..
lucunya, seorang ami kecil sekarang sudah besar.. bahkan sekarang sudah bisa menandingi besar badan ibunya.. terlalu indah untuk dikenang...
malam ini aku benar-benar ingin mengenang kehidupan di masa lalu yang berfluktuasi keadaannya.
ingin sekali aku bercerita dari semenjak aku kecil sekali... ketika aku sudah merasa di dalam tubuh ini.
cerita ini mungkin hanya segelintir cerita yang benar-benar ingin ku bagi diblog ini.. tak tahu entah siapa yang kan membacanya kelak...
cerita ini kuberi judul seperti inikah??
karena aku seperti ini sekarang... ingin sekali rasanya mengenang kembali masa aku seperti yang lain..
Seperti inikah?? Episode 1
ini cerita sebelum aku terlahir ke dunia... crita dibalik perjuangan seorang ibu untuk meahirkan anaknya kedunia.. untuk bisa sama-sama menghirup udara di dunia fana ini.. entah kapan.. akan berakhir di aku..
ah.. tidak kumohon jangan sekarang ya Rabb.. aku ingin memiliki kisah yang lebih hebat lagi....
ini episode ketika aku akan terlahir ke dunia..
di masa itu tahun 1993, seorang ibu merasa kesakitan di tengah ruang ICU sebuah rumah sakit daerah di kabupaten Tanah Datar. pagi itu adalah pagi yang mungkin tak kan terlupakan bagi seorang ayah yang menunggu kelahiran buah hatinya... bukan gembira yang ada diraut wajahnya... tapi kecemasan akan kehilangan orang yang dicintanya..
sebelum masuk ruang ICU, dokter memanggil ayah untuk mendiskusikan perihal kelahiranku. dokter berkata :"Pak, sebelumnya saya benar-benar minta maaf karena baru memberi tahu perihal ini. namun, melihat kondisi istri bapak yang begitu lemah.., tampaknya ia tak bisa melahirkan normal pak!"
"Lalu bagaiman pak, apakah di operasi??" ayahku menunjukkan wajah kecemasannya..
maklumlah di tahun 1993, kata-kat operasi adalah kata-kata yang menakutkan banyak orang.
"Ya, beliau harus dioperasi kak, namun.. di sini kita tidak bisa memprediksi apa yang akan terjadi pak?" dokter semakin membuat ayahku cemas.
"Maksud bapak apa??, tolong jangan bertele-tele pak...!"
"Baiklah pak, kedua pihak baik janin dan ibunya sama-sama lemah keadaannya, kami tak tahu di antara keduanya siapa yang akan selamat, ibu atau bayinya... walau demikian.. kita tidak dapat menunggu waktu lagi pak,, keduanya semakin lemah.. dan mereka harus segera di operasi.."Dokter membuat ayahku tersontak diam membisu... ayahku tak tahu apa yang mesti diperbuat.. nyawa anak dan istrinya sedang dipertaruhkan.. dia bingung.. dan kecemasan menggeluti perasaannya.
"Pak, cepat pak.. bapak harus tanda tangan surat persetujuan operasi ini pak.. kedua pasien sekarang sedang kritis..!" dokter mendesak ayahku.. dan segera saja tanpa ragu ayah menandatangani surat persetujuan operasi itu.
tepat jam setengah sembilan pagi tanggal 3 Februari dokter mengoperasi ibuku... segala kecemasan dan tangisan yang tak bersuara beredar di sekitar ruang ICU rumah sakit. mereka semua menunggu hasil operasi yang menegangkan ini. semuanya diam dan hanya isak tangis sesekali terdengar..
tepat jam 9, dua bayi kembari terlahir kedunia dan menangis sekencang-kencangnya.. seakan memberi sambutan kepada dunia bahwa mereka terlahir bersama.
Semua orang segera berkerumun menuju pintu ruang ICU, melihat apakah kondisi ibu bayi baik-baik saja. jam setengah 11, operasi selesai dilakukan. dokter dengan wajah tersenyum keluar dan memberi selamat kepada ayahku.
"Selamat Pak, ketiganya selamat.. Ibunya selamat dan si kembrpun selamat.."
dengan seluruh rasa syukurnya Ayah bersujud di lantai rumah sakit itu.. ia segera mengiqamahkan kedua putri kembarnya.. dan ibu setelah siuman.. merasa cemas apakah sikembarnya sehat atau pada kondisi yang tak diharapkan terjadi pada anak kembar.
Namun dengan hanya melihat keduanya, ibu merasa bahagia dan haru menyelimuti wajahnya.. sikembar.. anaknya lahir selamat....

BERSAMBUNG.............................

Selasa, 12 November 2013

meramu

semua masalah dan rintangan yang dihadapi.. baik itu terasa manis pahit maupun asam sekalipun...
semua bisa diramu dengan kompleks dan menjadi indah..
ramu saja sebisamu hingga semua masalah dan rintangan itu bisa terasa begitu ringan
seakan bisa dhembus dengan sekali hembusan saja...   ^_^

Minggu, 29 September 2013

mengaku salah

bukan lantaran aku hebat,
bukan lantaran aku tidak bisa
bukan lantaran aku bodoh
dan bukan lantaran aku terlena.

hanya saja aku belum mengerti..
apa yang membuat ku lalai kali ini.
Tuhan, sadarkan aku...
aku tau ini salahku..
dan kuakui itu bahwa aku salah....
memang aku salah...

Kamis, 26 September 2013

Melihat dari yang telah lalu

Ah, baru rasanya kemaren aku ini gempar dan bersuara, seakan semua pelosok negeri mendengarkan suara emasku yang begitu cempreng ini. hahah.. sedikit curhat ni ye.... enggak ini hal yang sudah lama ingin sekali ku utarakan kepada si blogger yang selalu dengarkan curhatku.
Ah, memang semua ini mesti berfluktuasi. BTW, tau nggak apa itu fluktuasi?? haha fluktuasi itu naik-turun.
ya sedikit berbahasa inteleklah...
oh iya.. aku kali ini begitu beda dengan yang lalu. aku begitu pendiam seakan masa suram SMA balik lagi.. aaarrrggggggghhh... jangan.. aku nggak mau.. aku harus semangat!!! aku harus berpikir positif.. toh nggak ada ruginya kan kalo aku berpikir positif.... aduh.. jangan galau lagi ya ami... kkeeppp spirit... okay..
galauu nggak la yau... coz prestasi ada didalam genggamanmu.... fighting!!!!!

Selasa, 16 Juli 2013

senandung rindu

senandung rindu yang syahdu..
terpaph dalam satu..
merindu pada yang sendu..
menyemai hingga tumbuh..
 ah.. senandung rindu...

Selasa, 28 Mei 2013

Gadis itu.....

siang yang sangat panas. cahaya bintang yang dekat dengan bumi itu tak pernah berhenti bersinar dengan terang.. tak kenal panas yang dia pancarkan membuat sebagian orang menjadi gerah...
di pojok mini bus tampak seorang gadis terpaku merenung ntah apa yang menjadi buah pikirnya sekarang.
siang itu dia bertujuan pulang ke rumahnya yang cukup jauh dari posisi kampusnya. Kira-kira 75 km jarak tempuh yang terbentang dari kampus hingga ke rumahnya...
buah pikirnya siang itu... mengisahkan renungan teruntuk impian yang kini telah mulai pudar dalam angannya..
bahkan kata menyerah sudah mulai terpatri dalam pikirnya...
entah apa yang harus ia putuskan.. jiwanya masih saja dalam kebimbangan yang tak henti-hentinya menghantui...
Andaikan saja ada seseorang yang dengan baik hati menghampiri dan membantunya untuk membangkitkan semangat yang kini sudah mulai hilang dalam dirinya...
namun itu hanya hayalan belaka.. tak ada yang mau mebangunkan gadis itu dari lamunan yang semakin melalang buana...
entahlah.. semoga saja gadis itu tetap istiqamah memperjuangkan cita-citanya... walau kini putus asa mulai menderanya....